简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat middle persian

"middle persian" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • Middle Persian is classified as a Western Iranian language.
    Bahasa Persia Pertengahan termasuk ke dalam bahasa Iran Barat.
  • The Middle Persian equivalent is Ahriman.
    Dalam bahasa Persia pertengahan disebut Ahriman.
  • Middle Persian (Pahlavi) was the official language under the Sasanian dynasty in Iran.
    Bahasa Persia Pertengahan (Pahlavi) merupakan bahasa resmi dari Kekaisaran Sassaniyah di Iran.
  • The name 'Zurvan' is a normalized rendition of the word, which in Middle Persian appears as either Zurvān, Zruvān or Zarvān.
    Zerwan juga merupakan kata serapan yang dinormalisasi, yang dalam periode pertengahan Persia disebut Zurvān, Zruvān atau Zarvān.
  • Sogdian is one of the most important Middle Iranian languages, along with Bactrian, Khotanese Saka, Middle Persian, and Parthian.
    Bahasa Sogdiana adalah salah satu bahasa Iran Pertengahan terbesar bersama bahasa Baktria, Saka Khotan, bahasa Persia Pertengahan, dan Parthia.
  • The Zoroastrian cult of Zurvan should not be confused with the Manichaeism's use of the name Zurvan in Middle Persian texts to represent the Manichean deity of light.
    Kultus Zoroaster dari Zurvan tidak harus bingung dengan penggunaan Manikeisme dari nama Zurvan dalam teks-teks Persia Tengah untuk mewakili Manichean dewa cahaya.
  • In the 3rd century, the Kushan territories west of the Indus river fell to the Sasanians, and Bactrian began to be influenced by Middle Persian.
    Pada abad ketiga, daerah Kushan di barat Sungai Indus jatuh ke tangan Kekaisaran Sassaniyah dan bahasa Baktria pun mulai menerima pengaruh dari bahasa Persia Pertengahan.
  • The Arabic name of Babylonia, which eventually became the name of the present-day country, al-?Irāq, is thought to derive from the name Uruk, via Aramaic (Erech) and possibly via Middle Persian (Erāq) transmission.
    Nama Arab Babilonia, al-?Irāq, diperkirakan berasal dari nama Uruk, melalui transmisi Bahasa Aram (Erech) dan kemungkinan Bahasa Persia Pertengahan (Erāq).
  • This Avestan language form continues in Zoroastrian Middle Persian as 'Erash' (Bundahishn, Shahrastanha-i Eran, Zand-i Vahuman Yasht, Mah i Frawardin), from which the anglicized 'Eruch' derives.
    Bentuk bahasa Awesta ini berlanjut dalam bahasa Persia pertengahan yang digunakan Zoroastrianisme sebagai Eras (Bundahishn, Syahrastanha-i Eran, Zand-i Wahuman Yasyt, Mah i Frawardin), yang diinggriskan menjadi Erukh.
  • The earliest texts in Zoroastrian Middle Persian were probably written down in late Sassanid times (6th–7th centuries), although they represent the codification of earlier oral tradition.
    Naskah Zoroastrianisme paling awal di bahasa Persia Pertengahan kemungkinan ditulis pada masa akhir Sassaniyah (abad ke-6 hingga 7), walaupun materi yang ditulis merupakan tradisi lisan dari masa yang lebih awal.
  • However Mani wrote in a semitic language (Syriac Aramaic), and all his work had to be translated into Middle Persian by his followers, who rendered the name of Mani's supreme god as Zurvan and called him the father of Ohrmazd (Ahuramazda, God of Wisdom, main deity of Zoroastrianism).
    Namun Mani menulis dalam bahasa Semit (bahasa suryani|Aram Syria), dan semua karyanya harus diterjemahkan ke dalam bahasa Persia Tengah oleh para pengikutnya, yang diberikan nama dewa tertinggi Mani sebagai Zurvan dan memanggilnya ayah dari Ohrmazd (Ahura mazda, Allah Wisdom, dewa utama Zoroastrianisme).